Latest Event Updates

PENGAMATAN RS KANKER DHARMAIS

Posted on

PENGAMATAN MANAJEMEN RUMAHSAKIT DHARMAIS

RUMAH  SAKIT  DHARMAISRumah Sakit Kanker DharmaisKementerian Kesehatan RI

logo-harmais

Moto                                     :  Tampil lebih baik ramah dan professional

Lokasi                                   :  Jl. Letjen S.Parman Kav 84-86,

Jakarta Barat, DKI Jakarta, Indonesia

Nomor                                   :  (021) 5681570

Organisasi

Kepemilikan                         :  Pemerintah

Pengelolaan                          :  Rumah Sakit publik

Status                                    :  BLU     Penuh

Dasar penetapan                   :  BLU     PP 23 Tahun 2005

Jenis                                      :  Rumah sakit khusus

Direktur Utama                     :  Sonar Soni Panigoro

Layanan

Klasifikasi             Kelas A

Spesialisasi          Kanker

Sejarah

Dibuka  8 Januari 1999; 17 tahun lalu

Website

Situs web            http://www.dharmais.co.id

818652057d5d1739c71cdd38f6edecee_xlKebutuhan layanan kanker yang terpadu di Indonesia sudah lama dirasakan oleh para pakar penyakit kanker termasuk para staf pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Cita-cita untuk mendirikan  suatu rumah sakit kanker yang mampu memberikan layanan yang bersifat holistik dan terpadu telah lama dipendam. Kesempatan tersebut terbuka pada tahun 1988 ketika   ketua   Yayasan   Dharmais   Bp.  H.M. Soeharto meminta DR.Dr.A.Harryanto Reksodiputro untuk memikirkan model rumah sakit kanker yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Dr A.Harryanto Reksodiputro segera menghubungi para pakar di FKUI dan memita nasehat Departemen Kesehatan serta Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Kemudian terbentuklah tim pembuatan usulan pendirian rumah sakit kanker pada bulan Oktober 1988. Usulan tersebut dapat diselesaikan pada bulan Desember 1988 dan diserahkan kepada ketua Yayasan Dharmais pada 9 Januari 1989. RS Kanker “Dharmais” diresmikan pada tanggal 30 Oktober 1993 oleh Presiden Republik Indonesia Bpk. H.M. Soeharto.

V i s i

Menjadi Rumah Sakit Pendidikan dan Rujukan Nasional Kanker yang Komprehensif dan Terkemuka di tingkat Asia Pasifik tahun 2019

M i s i

–   Memberikan pelayanan kanker rujukan nasional tertinggi secara komprehensif dan terpadu berbasis Good Clinical Governance, Patient Safety, dan Patient Care Center.

– Menyelenggarakan pendidikan di bidang kanker yang profesional, bermutu, dan berkesinambungan berbasis Academic Health System.

–      Menyelenggarakan penelitian di bidang kanker berbasis bukti dan nilai yang dapat  diterapkan dalam pelayanan.

–      Menyelenggarakan registrasi kanker di tingkat rumah sakit yang akuntabel.

–     Mengembangkan sistem jejaring dengan institusi dalam dan luar negeri di bidang pelayanan, pendidikan, dan penelitian dalam penanggulangan kanker di masyarakat.

–   Menciptakan iklim kerja yang kondusif, ketersediaan SDM yang kompeten dan berbudaya kinerja –  tinggi serta sarfas dan IT sesuai best practice.

rsk-drmais

 

 

 

 

 

 

 

KONTRAK KERJA RSKD – Dirjen Perbendaharaan  Kementerian Keuangan tahun 2015

kr-rsk-drkr-rsk-dr2

JOB DESCRIPTION

           DIREKTUR RUMAH SAKIT

  1. Tugas dan Tanggung Jawab Khusus
  • – Bertanggung jawab langsung pada pemilik Rumah Sakit ( Direktur PT)
  • –  Diangkat dan dipekerjakan langsung oleh Rumah Sakit ( Direktur PT)
  • –  Bersama pemilik Rumah Sakit Direktur mengangkat kepala bagian
  • – Direktur merupakan penanggung jawab penuh terhadap kemajuan atau kemunduran manajemen Rumah Sakit
  • –  Membuat RPK ( Rencana Pelaksanaan Kegiatan)
  • –  Pelayanan, administrasi, keuangan, evaluasi, dan pelaporan meliputi pelaksanaan visi, misi, dan strategi kepada seluruh jajaran manajemen.
  • – Membawahi langsung dan memiliki wewenang penuh untuk memerintah dan mengarahkan wakil direktur dan Bagian-bagian yang ada di Rumah Sakit
  • –  Bertanggung jawab terhadap pembuatan rencana kegiatan semesteran dan tahunan dan pengawasan terhadap pelaksanaannya.
  • –   Menetapkan bersama wakil direktur dalam usulan strategis untuk pengembangan Rumah Sakit sesuai dengan ilmu pengetahuan, merancang sumber pendapatan dan belanja Rumah Sakit dibantu jajaran manajemen.
  • –   Bertanggung jawab terhadap kinerja, laporan-laporan pertanggung jawaban kerja terhadap bagian-bagian pelayanan di Rumah sakit.
  • –   Bertanggung jawab terhadap kemajuan, kelangsungan, keuangan, dan operasional Rumah Sakit secara menyeluruh.
  • –   Bertanggung jawab sebagai pengambil keputusan-keputusan strategis dalam Rumah Sakit (Decission Maker)
  • –   Siap dan mampu menghadapi dan menyelesaikan masalah-masalah besar yang timbul dalam manajemen Rumah Sakit (Problem Solving)
  • –   Mampu memimpin, memerintah, member wewenang, teguran dengan tugas dan procedural serta mendelegasikan dan membagi tugas-tugas pokok dan penting pada wakil-wakilnya.
  • –   Bertanggung jawab terhadap evaluasi kerja wakil-wakilnya, mampu membuat inovasi dan perubahan-perubahan serta ide-ide baru yang mampu membawa Rumah Sakit ke arah yang lebih baik.
  • –  Mampu menjalankan, menterjemahkan keinginan dan perintah dari pemilik Rumah Sakit serta mampu memadukan ide-ide pribadi yang akan menjadi operasional Rumah Sakit ke depan.
  • –  Membuat laporan-laporan rutin pada pemilik dan membuat laporan pertanggung jawaban setiap periode, yang periodenya ditentukan oleh Rumah Sakit.

  1. Tugas dan Tanggung Jawab Umum dan Harian
  • –  Menjalin komunikasi dan informasi dengan wakil Direktur dan komite, tentang perkembangan operasional Rumah Sakit setiap hari/minggu/bulan.
  • –  Memantau kondisi operasional Rumah Sakit setiap hari berdasarkan laporan-laporan harian semua Wakil Direktur.
  • –   Bertanggung Jawab sebagai pengambil keputusan strategis harian atau mendelegasikan wewenang tersebut pada wakilnya saat direktur tidak ada di tempat.
  • –    Memimpin briefing, meeting dan rapat-rapat penting rutin jajaran direksi
  • –    Direktur juga bertugas sebagai dokter, dan melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai dokter.

 WAKIL DIREKTUR RUMAH SAKIT

  1. Tugas dan Tanggung Jawab Khusus
  • –    Bertanggung jawab langsung bersama Direktur pada pemilik Rumah Sakit (Direktur PT)
  • –    Diangkat dan dipekerjakan langsung oleh Rumah Sakit ( Direktur PT)
  • –    Bersama Direktur mengangkat kepala bagian
  • –    Wakil Direktur merupakan penanggung jawab penuh operasional manajemen Rumah Sakit
  • –    Membantu Direktur Membuat RPK ( Rencana Pelaksanaan Kegiatan)
  • –    Bertanggung Jawab bersama direktur atas Pelayanan, administrasi, keuangan, evaluasi, dan pelaporan meliputi pelaksanaan visi, misi, dan strategi kepada seluruh jajaran manajemen.
  • –     Memiliki wewenang penuh untuk memerintah dan mengarahkan Bagian-bagian yang ada di Rumah Sakit
  • –    Bertanggung jawab bersama Direktur terhadap pembuatan rencana kegiatan semesteran dan tahunan dan pengawasan terhadap pelaksanaannya.
  • –     Menetapkan bersama wakil direktur dalam usulan strategis untuk pengembangan Rumah Sakit sesuai dengan ilmu pengetahuan, merancang sumber pendapatan dan belanja Rumah Sakit dibantu jajaran manajemen.
  • –    Bertanggung jawab bersama Direktur  terhadap kinerja, laporan-laporan pertanggung jawaban kerja terhadap bagian-bagian pelayanan di Rumah sakit.
  • –    Bertanggung jawab bersama terhadap kemajuan, kelangsungan, keuangan, dan operasional Rumah Sakit secara menyeluruh.
  • –    Bertanggung jawab bersama direktur sebagai pengambil keputusan-keputusan strategis dalam Rumah Sakit (Decission Maker)
  • –    Mampu menjalankan bersama direktur, menterjemahkan keinginan dan perintah dari pemilik Rumah Sakit serta mampu memadukan ide-ide pribadi yang akan menjadi operasional Rumah Sakit ke depan.
  • –     Membuat laporan-laporan bersama direktur rutin pada pemilik dan membuat laporan pertanggung jawaban setiap periode, yang periodenya ditentukan oleh Rumah Sakit.

  1. Tugas dan Tanggung Jawab Umum dan Harian
  • –    Menjalin komunikasi dan informasi dengan Direktur dan komite, tentang perkembangan operasional Rumah Sakit setiap hari/minggu/bulan
  • –    Memantau kondisi operasional Rumah Sakit setiap hari berdasarkan laporan-laporan harian semua bagian
  • –    Bertanggung Jawab sebagai pengambil keputusan strategis harian atau mendelegasikan wewenang tersebut pada wakilnya saat direktur tidak ada di tempat.
  • –    Memimpin briefing, meeting dan rapat-rapat penting rutin jajaran direksi
  • –    Direktur juga bertugas sebagai dokter, dan melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai dokter.

        KA.BAG PELAYANAN MEDIS DAN KEPERAWATAN

  1. Tugas dan Tanggung Jawab Secara Umum :
  2. Bagian Medik
  • –  Bertanggung jawab kepada Kepala Bagian Medik.
  • –  Menyelenggarakan jasa medic sesuai dengan ketentuan dan prosedur (SOP) yang telah ditetapkan di bidang medik
  • –   Mengoperasionalkan investasi secara efisien dan efektif di dalam penyelenggaraan pelayanan medik.
  • –   Memberikan penilaian dan saran alternative yang tepat mengenai kelayakan suatu investasi di bagian pelayanan medik.
  • –   Menghitung kalkulasi harga pelayanan medik di rumah sakit AMANAH MAHMUDAH
  • –   Memberikan laporan setiap bulannya tentang urusan pelayanan medic disertai hasil analisisnya, (dihubungkan dengan laporan keuangan dan pencatatan medik) kepada Kepala Bagian Medik
  • –     Menyusun rencana kerja tahunan dan anggaran tahunan di urusan medic sebagai usulan kepada Kepala Bagian Medis.

  1. Urusan Penunjang Medik
  • –        Bertanggung jawab kepada Kepala Bagian Medis
  • –    Menyelenggarakan jasa pelayanan penunjang medic sesuai dengan ketentuan dan prosedur (SOP) di bidang penunjang medic.
  • –  Menetapkan standar penyimpanan obat-obatan dan bahan medic di instalasi Farmasi, Laboratorium, Rontgen dan penunjang lainnya.
  • –      Memberikan penilaiandan saran alternative yang tepat mengenai kelayakan suatu investasi di bagian sarana penunjang medic.
  • –      Memberikan laporan kegiatan setiap bulannnya di bagian sarana penunjang medic disertai hasil analisisnya (dihubungkan dengan laporan keuangan dan pencatatan medic) kepada Kepala Bagian Medik.
  • –    Menyusun rencana kerja tahunan dan anggaran tahunan di urusan sarana penunjang medic sebagai usulan kepada Kepala Bagian Medik.

  1. Urusan Rekam Medik
  • –      Bertanggung jawab kepada Kepala Bagian Medis
  • –     Menyelenggarakan pencatatan data medic sesuai dengan ketentuan dan prosedur (SOP) di bidang Rekam Medik
  • –     Melakukan penerbitan laporan rumah sakit, dokumen dan informasi untuk kepentingan pasien, keluarga maupun pihak berwajib
  • –     Melaksanakan ketentuan penerimaan dan pelepasan pasien rawat inap dan rawat jalan
  • –     Melakukan pencatatan dan penyimpanan data medic secara tertib administrasi.
  • –     Menyusun sisdur permintaan dan penggunaan data dari urusan pencatatan medic
  • –     Memberikan laporan medic per bagian (Rawat Inap, Rawat Jalan, dan Sarana Penunjang Umum) secara berkala (setiap minggunya), dengan akurat dan tepat waktu kepada Kepala Bagian Medik
  • –        Memberikan bantuan jasa informasi medic Rumah Sakit AMANAH MAHMUDAH
  • –   Menyusun sisdur klaim (Jasa Raharja dan Asuransi) untuk pasien Rumah Sakit AMANAH MAHMUDAH
  • –    Menyiapkan semua kebutuhan dan perangkat yang diperlukan untuk menunjang kelancaran kerja urusan pencatatan medic
  • –    Menyusun rencana kerja tahunan dan anggaran tahunan di urusan pencatatan data medic sebagai usulan kepada Kepala Bagian Medik.
  • –      Menyelenggarakan serta melaksanakan kebijakan dan ketentuan perusahaan dan peraturan pemerintah serta system dan prosedur di bidang keperawatan (Pelayanan dan Etika Keperawatan), Medik (medic, penunjang dan rekam medic)
  • –      Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan SDM di bidang keperawatan, medic.
  • –     Meningkatkan pendapatan dan pengendalian biaya di Rumah Sakit, dengan melaksanakan program-program Rumah Sakit.
  • –     Bertanggung jawab dalam pembuatan SOP dan system yang akan menggerakan semua bagian medis di Rumah Sakit dibantu oleh Ka.Bag administrasi dan pengembangan.
  • –     Memiliki wewenang penuh dalam mengendalikan dan memerintah coordinator divisi-divisi yang menjadi bawahannya, agar bekerja sesuai aturan dan SOP yang ada
  • –    Bertanggung jawab terhadap kualitas produk dan pelayanan baik terhadap Ka.Bag pelayanan maupun terhadap konsumen langsung.
  • –    Bertanggung jawab terhadap kinerja, hasil kerja dan kualitas kerja yang menjadi bawahannya.
  • –    Melakukan fungsi pengawasan (supervise) terhadap system, kebijakan dan SOP yang ada pada wilayah kerjanya sehingga dapat tetap berjalan dengan baik atau melakukan perombakan dan perubahan (fungsi inovasi) jika kebijakan, SOP system yang ada sudah tidak berfungsi maksimal melalui rapat direksi.
  • –     Membuat laporan periodic.

  1. Tugas dan Tanggung Jawab Lain
  • –   Memimpin briefing coordinator yang diadakan rutin dan melaporkan hasil briefing pada direktur.
  • –    Melakukan pengawasan dan pemantauan harian langsung ke lapangan dibantu oleh Koordinator-koordinator yang menjadi bawahannya.
  • –    Melakukan evaluasi dan membuat keputusan-keputusan harian dalam dalam wilayah kerjanya.
  • –   Bertanggung jawab terhadap pengambilan keputusan dan mampu menyelesaikan masalah yang timbul tiap hari dalam wilayah kerjanya.
  • –   Bertanggung jawab terhadap keutuhan dan kelayakan inventaris perusahaan yang ada dalam wilayah kerjanya dengan melakukan perintah stock opname secara periodic pada coordinator-koordinator yang menjadi bawahannya.
  • –    Bertanggung jawab memantau kebersihan, kenyamanan dan kerapihan seluruh area Rumah Sakit dengan menggerakkan semua staff bawahannya agar bekerja dengan maksimal.
  • –    Membuat catatan dan laporan harian.
  • –    Diangkat dan diberi wewenang sebagai Kepala bagian oleh Direktur dan Pemilik Perusahaan
  • –     Bertanggung jawab langsung terhadap Wakil Direktur atau Direktur RS
  • –    Memiliki kewenangan untuk mengatur dan mendelegasikan system pada koordinator pelaksana yang ada dibawahnya .
  • –  Bertanggung jawab terhadap pengambilan keputusan pada skala sedang yang berkaitan pada wilayah kerjanya masing-masing.
  • –  Bertanggung jawab terhadap kinerja bawahannya masing-masing serta bertanggung jawab terhadap total quality control pada hasil kinerja bawahannya
  • – Mampu memerintah, memiliki jiwa kepemimpinan, berani menegur dan mengarahkan bawahannya.
  • – Bertanggung jawab membuat SOP dan peraturan-peraturan standar pada Koordinator-koordinator yang menjadi bawahannya, mensosialisasikannya dengan baik dengan persetujuan direktur.
  • –    Membuat program –program baru setiap periode dan diajukan dalam rapat direksi.
  • –   Membuat catatan dan laporan personal staff, kedisiplinan, kepatuhan terhadap peraturan dan tata tertib semua staff yang menjadi bawahannya, untuk kemudian dilaporkan pada divisi HRD (personalia)
  • –  Membuat laporan-laporan rutin tentang perkembangan operasional Rumah Sakit sesuai dengan yang diminta oleh Direktur
  • –    Membuat laporan pertanggungjawaban kerja pada Direktur setiap periode, yang periodenya ditetapkan oleh Direktur

  1. Bagian Keperawatan
  • –     Bertanggung jawab kepada Ka.Bag pely Medik dan Keperawatan.
  • –     Menyelenggarakan ketentuan jasa keperawatan sesuai dengan etik keperawatan di Rumah Sakit AMANAH MAHMUDAH.
  • –     Melaksanakan prosedur keuangan yang telah ditetapkan Direktur dan Ka.Bag Administrasi dan Keuangan di bagian Keperawatan.
  • –   Mengoperasionalkan investasi secara efisien dan efektif didalam penyelenggaraan pelayanan keperawatan.
  • –     Memberikan kontribusi pendapatan bagi rumah sakit.
  • –   Menyusun system dan prosedur penerimaan dan pemulangan pasien, sisdur, penampungan keluhan pasien yang dirawat di Rumah Sakit.
  • –   Memimpin penyusunan rencana kerja tahunan dan anggaran tahunan di keperawatan sebagai usulan kepada Wakil Direktur Medik dan Keperawatan.
  • –   Memberikan penilaian dan saran alternative yang tepat mengenai kelayakan suatu investasi di bagian perawatan.
  • –    Memberikan laporan setiap bulannya tentang urusan keperawatan disertai hasil analisisnya, yang kemudian dihubungkan dengan laporan keuangan dan pencatatan medic, kepada Ka.Bag Medik dan Keperawatan.
  • –     Membantu dan membimbing bawahannya memecahkan kesulitan dalam menjalankan tugas.
  • –     Mengembangkan kerjasama antar bawahannya.
  • –     Memberikan penilaian atas karya bawahannya.
  • –   Mengusulkan promosi, demosi, mutasi, penerimaan, peringatan dan pemutusan hubungan kerja karyawan di bagian keperawatan.
  • –   Memberikan izin pasien perawatan yang meninggal atau pulang paksa untuk meninggalkan rumah sakit setelah memenuhi ketentuan yang berlaku.
  • –    Menetapkan, mencabut dan merubah system dan prosedur yang hanya berlaku di keperawatan setelah mendapat persetujuan dari Ka.Bag Medik dan Keperawatan.

  1. Urusan Pelayanan Keperawatan
  • –    Bertanggung jawab kepada Kepala Bagian Kepegawaian
  • –    Menyelenggarakan ketentuan-ketentuan dan standar SOP di bidang pelayanan keperawatan yang berlaku.
  • –   Memberikan penilaian dan saran alternative yang tepat mengenai kelayakan suatu investasi di bagian keperawatan
  • –    Memberikan laporan setiap bulannya tentang urusan keperawatan disertai hasil analisisnya, yang kemudian dihubungkan dengan laporan keuangan dan pencatatan medic
  • –  Menyusun rencan kerja tahunan dan anggaran tahunan di Rawat Inap sebagai usulan kepada Kepala Bagian Kepegawaian
  • g.        Urusan Etika Keperawatan
  • –    Bertanggung jawab kepada Kepala Bagian Keperawatan.
  • –  Menyelenggarakan jasa keperawatan sesuai dengan ketentuan dan prosedur (SOP) di bidang etika keperawatan.
  • –    Menetapkan standar etik keperawatan bersama Komite Keperawatan
  • –   Memberikan saran kepada urusan keperawatan dalam penyelenggaraan keperawatan agar sesuai dengan kode etik kepeawatan.
  • –  Memberikan penilaian dan saran alternative yang tept mengenai kelayakan suatu investasi di bagian perawatan
  • –   Memberikan laporan setiap bulannya tentang urusan etika keperawatan disertai hasil analisisnya.
  • –  Menyusun rencana kerja tahunan dan anggaran tahunan di urusan etika keperawatan sebagai usulan kepada Kepala Bagian Keperawatan.

  1. KA. BAG ADMINISTRASI DAN KEUANGAN
  2. Tugas dan Tanggung jawab Umum
  • –    Diangkat dan diberi wewenang sebagai Kepala bagian oleh Direktur dan Pemilik Perusahaan
  • –     Bertanggung jawab langsung terhadap Direktur.
  • –   Memiliki kewenangan untuk mengatur dan mendelegasikan system pada koordinator-koordinator yang ada di bawahnya.
  • –  Bertanggung jawab terhadap pengambilan keputusan pada skala sedang yang berkaitan pada wilayah kerjanya masing-masing.
  • –  Bertanggung jawab terhadap kinerja bawahannya masing-masing serta bertanggung jawab terhadap total quality control pada hasil kinerja bawahannya.
  • –    Mampu memerintah, memiliki jiwa pemimpin, berani menegur dan mengarahkan bawahannya.
  • –  Bertanggung jawab membuat SOP dan peraturan-peraturan standar pada divisi-divisi yang menjadi bawahannya, mensosialisasikannya dengan baik dengan persetujuan direktur.
  • –     Membuat program-program baru setiap periode dan diajukan dalam rapat direksi.
  • –    Membuat catatan dan laporan personal staff, kedisiplinan, kepatuhan terhadap peraturan dan tata tertib semua staff yang menjadi bawahannya, untuk kemudian dilaporkan pada divisi HRD (personalia).
  • –   Membuat laporan-laporan rutin tentang perkembangan operasional Rumah Sakit sesuai dengan yang diminta oleh Direktur.
  • –   Membuat laporan pertanggungjawaban kerja pada Direktur setiap periode, yang periodenya ditetapkan oleh Direktur.
  • –      Bertanggung jawab kepada Direktur Rumah Sakit.

Membawahi langsung :

  1. Bidang Keuangan, membawahi :

–       Bertanggung jawab langsung kepada Ka.Bag Administrasi dan Keuangan.

–       Membawahi :

  1. Urusan Mobilisasi Dana
  • –        Bertanggung jawab terhadap Ka.Bag Administrasi dan Keuangan.
  • –     Menyusun laporan keuangan beserta analisa yang sifatnya menyeluruh, akurat dan tepat waktu di Rumah Sakit.
  • –   Menelaah, hasil pelaksanaan dan mengendalikan system keuangan, system anggaran, dan system akunting
  • –   Mengatur pembayaran/pengeluaran kas dan bank atas tagihan yang telah disetujui oleh Ka.Bag Administrasi dan Keuangan
  • –      Menyusun rencana kerja tahunan dan anggaran tahunan urusan akuntansi dan keuangan sebagai usulan kepada Ka.Bag Administrasi dan Keuangan.
  • –       Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Ka.Bag Administrasi dan Keuangan.
  • –    Menyelenggarakan dan mengatur pembayaran-pembayaran atas pembelian yang telah mendapatkan persetujuan dari Direktur.

  1. Urusan Anggaran
  • –        Bertanggung jawab terhadap Ka.Bag Administrasi dan Keuangan
  • –    Menyusun laporan keuangan beserta hasil analisisnya tentang realisasi anggaran di Rumah Sakit AMANAH MAHMUDAH.
  • –   Menelaah, hasil pelaksanaan dan mengendalikan system anggaran di Rumah Sakit AMANAH MAHMUDAH
  • –     Membuat anggaran pembayaran atas penggantian/pembelian peralatan medis dan obat-obatan yang sesuai dengan kebutuhan Rumah Sakit AMANAH MAHMUDAH.
  • –      Menyusun rencana kerja tahunan dan anggaran tahunan urusan akuntansi dan keuangan sebagai usulan kepada Ka.Bag administrasi dan keuangan.
  • –      Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Ka.Bag Adminidtrasi dan Keuangan.

  iii.       Urusan Akuntansi

  • –        Bertanggung jawab terhadap Ka.Bag Administrasi dan Keuangan.
  • –   Menyusun laporan keuangan beserta hasil analisisnya tentang posisi keuangan di Rumah Sakit AMANAH MAHMUDAH.
  • –   Menelaah, hasil pelaksanaan dan mengendalikan system akunting di  Rumah Sakit AMANAH MAHMUDAH.
  • –     Menyusun rencana kerja tahunan dan anggaran tahunan urusan akuntansi dan keuangan bersama urusan Anggaran sebagai usulan kepada Ka.Bag Administrasi dan Keuangan.
  • –      Membuat laporan-laporan yang berhubungan dengan keuangan, termasuk diantaranya laporan piutang, laporan rujukan, laporan penyisihan tindakan dokter dan operasi, laporan APS, serta laporan bank dan laporan pajak, untuk dilaporkan kepada Ka.Bag Administrasi dan Keuangan.

  1. Bidang Administrasi

–       Bertanggung jawab langsung kepada Ka.Bag Administrasi dan Keuangan

–       Membawahi :

 

  1.        Urusan Tata Usaha
  • –     Mengkoordinir urusan surat-surat dari rumah sakit dan mengirimnya termasuk dalam surat keluar, baik melalui pos maupun ekspedisi atau kurir.
  • –    Melaksanakn usulan penyusunan anggaran operasional belanja dan investasi di lingkungan rumah sakit.
  • –     Mempersiapkan dan mengajukan keperluan-keperluan atau kebutuhan barang inventaris di rumah sakit.
  • –    Membeli
  • –    Menyimpan dengan tertib dan mengamankan arsip surat-surat keluar dan masuk serta dokumen-dokumen milik surat rumah sakit dan dapat merahasiakan surat-surat yang perlu dirahasiakan.
  • –       Membantu administrasi, surat menyurat dan kesekretariatan Rumah Sakit AMANAH MAHMUDAH
  • –    Menerima surat – surat masuk rumah sakit diagendakan dan diserahkan kepada Direksi dan selanjutnya diteruskan sesuai Disposisi Direktur.

  1. Urusan kepegawaian
  • –       Bertanggung jawab langsung terhadap Ka.Bag Administrasi dan Keuangan
  • –       Bertanggung jawab membuat system di kepegawaian, mencakup :
  • –       Sistem kontrak yang akan diberlakukan
  • –       Pembuatan dan penyusunan tata tertib dan peraturan umum
  • –       Sistem penggajian
  • –       Sistem absensi dan pengawasan peraturan, pencatatan pelanggaran, penerapan sangsi-sangsi, dll.
  • –   Bertanggung jawab terhadap proses rekruitmen pegawai, mengusulkan promosi, demosi, mutasi karyawan dengan persetujuan Ka.Bag administrasi dan keuangan beserta direktur.
  • –    Memiliki kemampuan dalam menjalankan manajemen SDM, menempatkan SDM pada posisi dan komposisi tepat disesuaikan dengan beban kerja yang ada.
  • –    Memiliki power dalam penerapan dan pengawasan terhadap pelaksanaan tata tertib dan peraturan yang berlaku dalam Rumah Sakit.
  • –    Menyusun data kepegawaian, melaporkannya pada disnaker serta mengurus segala administrasi dan persyaratan agar terdaftar di disnaker.
  • –     Mengenali dan mengerti Ketentuan Pemerintah tentang aturan – aturan kepegawaian, standar upah dan kebijakan-kebijakan dalam kepegawaian dan tenaga kerja.
  • –     Membina hubungan baik dengan Pemerintah dalam hal ini Depnakertrans dan asosiasi perburuhan di Kabupaten Brebes.
  • –       Membuat planning kepegawaian, mencakup :
  • §   Agenda pelatihan dan studi banding
  • §   Refreshing karyawan
  • §   Agenda-agenda kepegawaian (penetapan aturan libur hari besar keagamaan dan libur nasional, pembagian shift kerja, aturan tukar shift, cuti bersama, dll)
  • – Bertanggung jawab terhadap keberadaan organisasi-organisasi kepegawaian yang ada di dalam perusahaan.
  • –   Memiliki kewenangan dalam memberikan sangsi, teguran, surat peringatan bahkan surat pemecatan, dengan acuan ketentuan yang berlaku dan dengan persetujuan Ka.Bag administrasi dan keuangan beserta direktur.
  • –    Memberikan penilaian atau evaluasi terhadap seluruh Karyawan di seluruh Bagian dibantu oleh Kepala Bagian masing-massing.
  • –     Membuat laporan rutin tentang hasil evaluasi kepegawaian untuk dilaporkan kepada atasan langsung.
  • –      Bertanggung jawab terhadap kondisi kepegawaian tiap hari, mencakup :
  • §   Kontrol terhadap absensi dan disiplin karyawan harian.
  • §   Membuat data harian kepegawaian
  • –      Melakukan fungsi supervise harian secara menyeluruh untuk mengetahui kondisi dilapangan, sehingga kelancaran pelayanan Rumah Sakit tetap tertaga.
  • –     Mampu bertindak sebagai mediator dan penyelesaian masalah jika terjadi masalah internak baik antar individu karyawan maupun karyawan dengan manajemen, dalam lingkup dan kapasitas kepegawaian dan pekerjaan.
  • –     Membuat catatan dan laporan harian.

  1. Urusan Umum
  • –       Memberikan pedoman dalam menyusun laporan kinerja personal dan inventaris sarana dan prasarana, termasuk dalam mengatur bentuk dan tempat penyimpanan (gudang) barang-barang yang habis pakai maupun yang tidak habis pakai.
  • –   Memenuhi pembelian peralatan dan bahan kebutuhan medic maupun kebutuhan perawatandan kebutuhan lainnya yang termasuk dalam bagian umum juga
  • –        Memimpin pelaksanaan Tata Usaha, HRD dan Umum di Rumah Sakit serta terlaksananya ketentuan dan system serta prosedur di bidang administrasi.
  • –     Membantu Ka.Bag Administrasi dan Keuangan dalam mengelola dan mengadministrasikan hal-hal yang berhubungan dengan Tata Usaha, HRD, dan Umum agar berjalan cepat, tepat, dan benar, keamanann surat-surat, arsip-arsip, dan dokumen terjamin.
  • –        Mengetahui hal-hal yang menyangkut bagian Tata Usaha, HRD dan Umum diantaranya tentang :
  • –        Posisi tenaga kerja dan kinerjanya seluruh karyawan di Rumah Sakit AMANAH MAHMUDAH.
  • –        Realisasi anggaran untuk bagian administrasi, dalam hal ini Tata Usaha dan Umum
  • –       Menyampaikan laporan bulanan untuk bagian administrasi yang meliputi bagian Tata Usaha, HRD, dan Umum disertai hasil analisisnya dan juga melaporkan tentang kegiatan masing-masing bagian tersebut yang bersifat kinerja tenaga maupun kondisi sarana dan prasarananya.
  • –      Memantau secara langsung pekerjaan yang termasuk di bagian umum yang mendukung operasional rumah sakit, diantaranya di bagian cleaning service (bagian kebersihan), security (bagian keamanan), driver (supir), gardener (tukang taman), dan di bagian kurir.

  1. Tugas dan Tanggung Jawab Lain
  • –   Bertanggung jawab dalam penataan manajemen dan penempatan SDM yang tepat, dibantu oleh coordinator-koordinator yang menjadi bawahannya.
  • –      Bertanggung jawab dalam pembuatan SOP di bagian keuangan termasuk system akuntansi yang akan dipakai.
  • –   Memiliki wewenang penuh dalam mengendalikan dan memerintah coordinator divisi-divisi yang menjadi bawahannya,agar bekerja sesuai SOP yang ada.
  • –      Mengumpulkan dan mengolah bahan penyusunan rencana anggaran pengadaan / belanja (RAB)
  • –   Menyusun RPK pengelolaan pelayanan keuangan dengan cara mempelajari rencana program kerja masing-masing bidang.
  • – Melaksanakan kebijakan dan ketentuan perusahaan serta peraturan pemerintah dalam menyelenggarakan program-program dalam rangka untuk meningkatkan pendapatan dan pengendalian biaya di Rumah Sakit AMANAH MAHMUDAH.
  • –      Mengumpulkan, mengolah, dan menganalisa data barang kekayaan perusahaan.
  • –  Bertanggung jawab terhadap laporan keuangan, cash flow Rumah Sakit dan kelancaran system akuntansi yang diterapkan dalam Rumah Sakit.
  • –     Bertanggung jawab terhadap stabilitas kondisi keuangan Rumah Sakit secara menyeluruh.
  • –  Bertindak sebagai pengambil keputusan strategis dalam hal keuangan melalui koordinasi dengan Direktur.
  • –    Bertanggung jawab terhadap pengawasan, system akuntansi dan SOP yang ada pada wilayah kerjanya sehingga dapat tetap berjalan dengan baik atau melakukan perombakan jika system yang ada sudah tidak berfungsi maksimal melalui koordinasi dalam rapat direksi.
  • –     Bertanggung jawab mengendalikan sumber-sumber kebocoran, inefektif dalam pengelolaan keuangan rumah sakit.
  • –      Memberikan penilaian terhadap kinerja, hassil kerja dan kualitas kerja bawahannya.
  • –      Memimpin briefing coordinator yang diadakan rutin dan melaporkan hasil briefing pada Direktur.
  • –      Memantau dan mengawasi kinerja bawahannya sesuai wilayah kerjanya. (fungsi controling).
  • –     Bertanggung jawab terhadap masalah-masalah harian yang timbul pada wilayah kerjanya dan mapu menyelesaikannya dengan baik.
  • –  Melakukan evaluasi kerja yang dilakukan rutin berdasarkan laporan – laporan masing-masing coordinator bawahannya. (fungsi evaluating).
  • –      Bertanggung jawab terhadap kelancaran operasional harian pada Wilayah Kerjanya.

 

 

Sumber:

https://id.wikipedia.org/wiki/Rumah_Sakit_Dharmais

http://www.dharmais.co.id/index.php/organization-structure.html

http://smartnursing.blogspot.co.id/2012/08/general-job-description-uraian-tugas.html

 

Pembangunan Personal & Yang Melibatkan Perantara Masyarakat (Publik)

Posted on

Sistem dan Organisasi Pranata Pembangunan

Sebagai sebuah sistem dapat diartikan sekumpulan aktor/stakeholder dalam kegiatan membangun (pemilik, perencana, pengawas dan pelaksana) yang merupakan satu kesatuan tak terpisahkan dan memiliki keterkaitan satu dengan yang lain serta memiliki batas-batas yang jelas untuk mencapai satu tujuan.

Sebagai suatu perkumpulan/organisasi maka dapat diartikan sebagi perkumpulan(kelompok) yang memiliki hubungan yang bergantung pada tujuan akhir yang sering dinyatakan dengan kontrak.

HUBUNGAN ANTARA OWNER, KONSULTAN, DAN KONTRAKTOR

KONTRAKTUAL merupakan hubungan profesional yang didasarkan atas kesepakatn-kesepakatan dalam suatu kontrak yang menuntut adanya keahlian profesi masing-masing sesuai bidang.

KOORDINASI merupakan tujuan untuk mewujudkan keinginan pengguna jasa, yang secara teknik dapat diukur melalui efisiensi dan efektivitas dari kalitas produk yang dihasilkan

4 Unsur dari hukum pranata pembangunan

Manusia

Unsur pokok dari pembangunan yang paling utama adalah manusia. Karena manusia merupakan sumber daya paling utama dalam menentukan pengembangan pembangunan.

SDA

Sumber daya alam merupakan faktor penting dalam pembangunan yang mana sebagai sumber utama dalam pembuatan bahan material untuk proses pembangunan.

Modal

Modal faktor penting untuk mengembangkan aspek pembangunan dalam suatu daerah. Apabila semakin banyak modal yang tersedia semakin pesat pembangunan suatu daerah.

Teknologi

Teknologi saat ini menjadi faktor utama dalam proses pembangunan. Dengan teknologi dapat mempermudah, mempercepat proses pembangunan.

  • PEMBANGUNAN ANTAR PERSONAL

Pembangunan antar personal adalah pembangunan yang dilakukan oleh 2 pihak personal baik antar lembaga, antar individu, atau antar lembaga dan individu, tanpa adanya peran serta masyarakat sekitar.

Contoh Kontrak Kerja Antar Personal :

untitled

  • Berikut contoh yang diangkat adalah surat perjanjian antara PT. PUALAM BANGUN CIPTA dengan kepala mandor, BAHARUDDIN S.
  • Surat perjanjian mengenai kesepakatan upah kerja proyek pembangunan prasarana dan pengendalian banjir di kota Subulussalam.
  • PT Pualam Bangun Cipta diwakili oleh direktur utamanya, Ir. Fachrizal, sebagai Pihak Pertama dan bapak Baharuddin S sebagai Pihak Kedua.

Maksud dan tujuan surat perjanjian adalah kesepakatan atas kerjasama dan upah yang ditetapkan.

PEMBANGUNAN YANG MELIBATKAN PERAN SERTA MASYARAKAT

Pentingnya keterlibatan masyarakat di dalam penyusunan perencanaan pembangunan sangat ditekankan dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Pendekatan partisipatif masyarakat  terdapat pada  4 (empat) pasal Undang-Undang ini yaitu  pada Pasal 2, Pasal 5, Pasal 6 dan Pasal 7. Sistem perencanaan yang diatur dalam UU 25/2004 dan aturan pelaksanaannya menerapkan kombinasi pendekatan antara top-down ( atas-bawah) dan bottom-up (bawah-atas), yang lebih menekankan cara-cara aspiratif dan partisipatif.

Berikut contoh partisipasi masyarakat dalam pembangunan :

  1. Partisipasi spontan

Peran-serta yang tumbuh karena motivasi intrinsik, berupa pemahaman, penghayatan, dan keyakinannya sendiri.

  1. Partisipasi terinduksi

Peran-serta yang tumbuh karena terinduksi oleh adanya motivasi ekstrinsik, berupa bujukan, pengaruh, dan dorongan dari luar, meskipun yang bersangkutan tetap memiliki kebebasan penuh untuk berpartisipasi.

  1. Partisipasi tertekan oleh kebiasaan

Peran-serta yang tumbuh karena adanya tekanan yang dirasakan seperti yang dirasakan masyarakat pada umumnya. Atau peran-serta yang dilakukan untuk mematuhi kebiasaan, nilai-nilai atau norma yang dianut oleh masyarakat. Jika tidak berperan-serta, khawatir akan tersisih atau dikucilkan oleh masyarakat sekitar.

  1. Partisipasi tertekan oleh alasan sosial-ekonomi

Peran-serta yang dilakukan masyarakat, karena takut akan kehilangan status sosial atau menderita kerugian dengan tidak memperoleh bagian dari manfaat hasil kegiatan pembangunan.

  1. Partisipasi tertekan oleh peraturan

Peran-serta yang dilakukan masyarakat, karena takut menerima hukuman dari peraturan atau ketentuan yang diberlakukan.

Kesimpulan :

Dalam sebuah pembangunan antar personal maupun publik pasti ada perjanjian yang mengikat diantara semua pihak agar dapat dipertanggung jawabkan dan sesuai dengan peraturan dan dasar hukum yang berlaku.

Sumber :

http://dokumen.tips/documents/kontrak-perjanjian-upah-kerja-bronjong-subulussalam.html

http://diklat2.jatengprov.go.id/partisipasi-masyarakat-dalam-pembangunan-ir-enny-karnawati-msihttps://gerryprotokol.wordpress.com/2011/01/05/partisipasi-masyarakat-dalam-perencanaan-pembangunan-daerah/

 

Penertiban Permukiman Warga Kampung Pulo Di Bantaran Kali Ciliwung

Posted on

Dalam merancang sebuah bangunan tahap terpenting adalah melakukan sebuah analisis yang dimaksudkan untuk menganalisa keadaan sekitar site/tapak yang akan dibangun demi kenyamanan, keamanan para penggunanya serta sesuBelakangai dengan peraturan atau hukum yang berlaku di daerah tersebut.

Salah satu hal yang diperhatikan jika site kita berada di dekat sungai adalah garis sempadan. Garis sempadan sungai adalah garis batas luar pengamanan sungai yang membatasi adanya pendirian bangunan di tepi sungai dan ditetapkan sebagai perlindungan sungai. Jaraknya bisa berbeda di tiap sungai, tergantung kedalaman sungai, keberadaan tanggul, posisi sungai, serta pengaruh air laut.

Garis sempadan sungai sering tertukar dengan bantaran sungai. Jika bantaran sungai hanya memperlihatkan daerah bantaran sungai saat banjir (flood plain), maka sempadan sungai memperlihatkan daerah bantaran sungai ditambah dengan daerah longsoran tebing sungai yang mungkin terjadi. Garis ini diciptakan untuk menjamin kelestarian dan fungsi sungai, serta menjaga masyarakat dari bahaya bencana di sekitar sungai, seperti banjir dan longsor. Tetapi masih banyak bangunan liar dan bersertifikat yang berdiri di kota – kota besar indonesia terutama kota jakarta.

Banjir di kota Jakarta adalah sebuah peristiwa tahunan yang terjadi pada saat musim penghujan tiba. Penyebab banjir di Jakarta beragam yaitu :

  • Kesadaran masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan terutama di sungai yang mengakibatkan penyumbatan di pintu air.
  • Sistem drainase yang kurang baik.
  • Penyempitan dan Pendangkalan Sungai.

Penyebab yang paling disorot adalah makin menyempitnya lebar sungai di sebabkan karena banyaknya bangunan – bangunan liar dan bersertifikat yang berdiri di wilayah garis sempadan sungai. Maka dari itu pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai melakukan normalisasi sungai yang dimaksudkan  untuk menanggulangi bencana banjir yang datang setiap tahun nya.

Daerah yang sudah menjadi langganan banjir di Jakarta adalah wilayah Kampung Pulo, Jakarta Timur. Penyebabnya adalah meluapnya air sungai kali ciliwung akibat kiriman dari pintu air Katulampa Kota Bogor.

Untuk menanggulangi masalah banjir di Jakarta khususnya kampung pulo maka pemerintah DKI Jakarta akan menertibkan bangunan – bangunan yang berada di bantaran sungai ciliwung yang menjadi penyebab makin menyempitnya lebar sungai tersebut.

Kampung Pulo merupakan bagian dari rencana pemerintah menormalisasi sungai Ciliwung. Rencana normalisasi tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2012 tentang Rencana tata Ruang Wilayah Tahun 2030 dan Perda Nomor 1 Tahun 2014 tentang Rencana Detil Tata Ruang (RDTR), rencana sodetan untuk pembangunan danau serta perubahan peruntukan tanah di Kampung Pulo dan Bidara Cina

Kampung Pulo memiliki nilai sejarah yang kuat. Kampung seluas 8,5 hektare dengan 3.809 Kepala keluarga bertempat kawasan bantaran sungai Ciliwun sekitar 1,9 kilometer.
Dalam lampiran: “Penelusuran Sejarah Kampung Pulo” menjelaskan, penduduk Kampung Pulo telah tinggal di wilayahnya sekitar tahun 1930, sebelum kemerdekaan. Diketahui, Kampung Pulo dahulu merupakan bagian dari kawasan Messter Cornelis pada masa kolonial Belanda. Namun, program itu gagal dan mewariskan banyak warga di Kampung Pulo hanya memegang hak kepemilikan adat seperti girik, petuk pajak bumi, jual-beli di bawah tangan, dan verponding Indonesia, hingga saat ini.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan akan kembali menghijaukan hulu Sungai Ciliwung seperti pada masa pemerintahan Belanda. Tidak seperti bagian kota yang dibangun turap beton (sheet pile), hulu Ciliwung akan dibuat lebih alami.Hal tersebut dilakukan selain untuk memperindah Jakarta, yaitu untuk menormalisasi kali Ciliwung ke fungsi utama sebagai penyangga banjir di DKI Jakarta. Pasalnya, setiap kali hujan terjadi, beberapa titik di DKI Jakrata, khususnya Kampung Pulo dipastikan terendam banjir.

Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta Agus Priyono mengatakan untuk menangani banjir Jakarta yang kini datang menahun, dibutuhkan setidaknya dana Rp 118 triliun. Dana sebesar ini digunakan untuk menjalankan berbagai proyek besar di tiga wilayah aliran air di Jakarta, yakni barat, tengah, dan timur. Alokasi untuk wilayah barat Rp 43 triliun, tengah Rp 34 triliun, dan timur Rp 41 triliun.
Pada dasarnya warga mendukung rencana Pemprov DKI untuk menormalisasi kawasannya. Namun, mereka mempermasalahkan Pemprov DKI yang menganggap Kampung Pulo sebagai penduduk liar atau warga ilegal. Sehingga mereka tidak mendapatkan ganti rugi karena tidak memiliki surat-surat tanah sah sama sekali.

Hal itu yang memicu enggannya warga kampung pulo untuk meninggalkan tempat mereka karena tidak semua warga menempati tanah ilegal tetapi mereka juga mempunyai sertifikat. Oleh karena itu pemerintah DKI Jakarta menyediakan sebuah rusun di daerah Jatinegara Barat sebagai tempat relokasi warga kampung pulo.

Rusun Jatinegara Barat berlokasi di kawasan Jatinegara Barat, sekitar 300 meter dari Terminal Kampung Melayu, yang dimaksudkan untuk menampung warga relokasi Kampung Pulo yang telah dipindahkan dari bantaran Kali Ciliwung sejak Juni 2015, di bawah pemerintahan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Rumah susun ini dibangun di atas lahan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan dibangun dengan dana APBN oleh melalaui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Rusunawa Jatinegara Barat terdiri dari dua tower, 16 lantai, dengan kapasitas mencapai 520 unit. Fasilitas yang disediakan di lantai satu adalah satu unit rusun bagi kaum difabel, lobi, posko kesehatan dan ruang administrasi. Sementara di lantai dua ada area yang disiapkan untuk sekolah PAUD, Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera) atau Food court. Selain itu di lantai dua ada control room, genset dan panel room. Di control room ada 8 layar monitor untuk mengawasi 54 CCTV.002006120140905-125529780x390

Penertiban kampung pulo di lakukan pada tanggal 20 Agustus 2015 sampai selesai dan pada saat ini warga mulai merasakan efek dari normalisasi sungai tersebut.

085831114574021148141780x390Jika bangunan dibangun sesuai dengan peraturan dan hukum yang berlaku maka tidak akan menyebabkan permasalahan – permasalahan yang dapat mengganggu kelangsungan hidup masyarakat banyak dan efek dari normalisasi sungai ciliwung ini berdampak pada berkurangnya potensi banjir di wilayah tersebut.

Daftar Pustaka :

https://id.wikipedia.org/wiki/Garis_sempadan

https://id.wikipedia.org/wiki/Rusunawa_Jatinegara_Barat

https://unik6.blogspot.co.id/2015/08/sejarah-asal-usul-kampung-pulo-jakarta.html

KONSERVASI STASIUN PASAR SENEN

Posted on

Stasiun Pasar Senen (PSE) atau lebih populer disebut sebagai Stasiun Senen aja adalah stasiun kereta api yang terletak di Kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat, yang merupakan salah satu daerah tua di Jakarta. Nama Senen diambil dari nama sebuah pasar yang dibuka oleh Pemerintah Kolonial Hindia Belanda (VOC) pada tahun 1733 sebagai fasilitas perdagangan di pinggiran kota Weltevreden yang sekarang disebut Gambir. Pasar itu disebut Pasar Senen karena pada jaman dulu memang hanya buka setiap hari Senin saja.

Stasiun Senen adalah stasiun kereta api yang terletak di Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. Stasiun ini terutama melayani kereta api kelas bisnis dan kelas ekonomi tujuan Jawa Barat, Jawa Tengah & Jawa Timur. Stasiun ini juga melayani penumpang KRL Commuter Line jalur Bogor-Jatinegara & Depok-Jatinegara (loop line). Data Penumpang KRL rata-rata 3.493 orang per hari (sumber : data PT. KCJ bulan November 2014). Data Penumpang KA Jarak jauh rata-rata 11.660 orang per hari (sumber : data PT. KAI Daop 1 bulan November 2014).

SEJARAH

Awalnya stasiun Pasar Senen hanya merupakan tempat pemberhentian sementara kereta api jalur Batavia-Bekasi yang dibuka pada tahun 1894 oleh Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschappij (BOS). Dalam perkembangan waktu dengan semakin meningkatnya jumlah penumpang, maka dibangunlah Stasiun Pasar Senen oleh Staats Spoorwegen (SS).

Tampak depan Stasiun Pasar Senen dari halaman parkir terlihat bangunan tempat penjualan tiket dan kanopi tambahan pada pintu masuk utama.

Bangunan karya arsitek J. Van Gendt itu berbentuk memanjang simetris dengan variasi dan penekanan dimensi bangunan yang lebih tinggi padahall, seperti yang biasanya terdapat pada bangunan umum bergaya Neo-Indische yang merupakan peralihan ke gaya modern. Pengaruh arsitektur modern terlihat dari deretan lunette atau jendela atas pada bangunan hallyang berbentuk persegi dan teratur seirama dengan pintu-pintu lengkung di bawahnya. Karakter vernakular atau penyesuaian dengan iklim setempat terlihat pada bentuk atap limasan yang mendominasi, dengan penambahan atap teritisan di atas pintu masuk hall untuk melindunginya dari air hujan sehingga terlihat seperti bangunan dua lantai.

stasiun kereta api pasar senen lama

KONSERVASI STASIUN PASAR SENEN

Item Pekerjaan Perbaikan:

A.Pekerjaan Persiapan

B. Pekerjaan Interior:

– Pekerjaan Perbaikan Plafond

– Pekerjaan Perbaikan Dinding

– Pekerjaan Lantai

C. Pekerjaan Terowongan:

– Pekerjaan Tangga dan Pintu Besi

– Pekerjaan Perbaikan Dinding

– Pekerjaan Perbaikan Plafond

– Pekerjaan Perbaikan Kusen, Daun Pintu, dan Daun Jendel

D. Pekerjaan Eksterior:

– Pekerjaan Talang dan Saluran Pembuangan

– Pekerjaan Plafond

– Pekerjaan Listplank

– Pekerjaan Perbaikan Dinding Eksterior

– Pekerjaan Lantai

– Pekerjaan Penambahan Selasar Depan

– Pekerjaan Kusen dan Daun Pintu/Jendela

E. Pekerjaan Kanopi Entrance

F. Pekerjaan Finishing

  1. Pekerjaan Kanopi Endtrance

1

2. Pekerjaan Perbaikan Dinding

2

3. Pekerjaan Perbaikan Lantai dan Plafond

3

4. Pekerjaan Lantai Peron dan Tangga

4

5. Pekerjaan Perbaikan Dinding dan Kusen

5

6. Pekerjaan Tangga, Dinding, dan Profil Pintu

6

7. Pekerjaan Dinding dan Plafond Terowongan

7

8. Pekerjaan Kanopi Entrance

8

9. Pekerjaan Kabel dan Keramik Entrance

9

Sumber :

http://heritage.kereta-api.co.id/?p=7327

http://id.railfansid.wikia.com/wiki/Stasiun_Pasar_Senen

 

KONSERVASI ARSITEKTUR

Posted on

  1. Pengertian Konservasi

          Konservasi adalah pelestarian atau perlindungan. Secara harfiah, konservasi berasal dari bahasa Inggris, (Inggris)Conservation yang artinya pelestarian atau perlindungan. Sedangkan menurut ilmu lingkungan, Konservasi adalah

  • Upaya efisiensi dari penggunaan energi, produksi, transmisi, atau distribusi yang berakibat pada pengurangan konsumsi energi di lain pihak menyediakan jasa yang sama tingkatannya.
  • Upaya perlindungan dan pengelolaan yang hati-hati terhadap lingkungan dan sumber daya alam
  • (fisik) Pengelolaan terhadap kuantitas tertentu yang stabil sepanjang reaksi kiamia atau transformasi fisik.
  • Upaya suaka dan perlindungan jangka panjang terhadap lingkungan
  • Suatu keyakinan bahwa habitat alami dari suatu wilayah dapat dikelola, sementara keaneka-ragaman genetik dari spesies dapat berlangsung dengan mempertahankan lingkungan alaminya.

          Di Indonesia, berdasarkan peraturan perundang-undangan, Konservasi sumber daya alam hayati adalah pengelolaan sumber daya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya. Cagar alam dan suaka margasatwa merupakan Kawasan Suaka Alam (KSA), sementara taman nasional, taman hutan raya, dan taman wisata alam merupakan Kawasan Pelestarian Alam (KPA).

          Cagar alam karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan tunbuhan, satwa, atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami. Suaka margasatwa mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman dan atau keunikan jenis satwanya.

          Taman nasional mempunyai ekosistem asli yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi. Taman hutan raya untuk tujuan koleksi tumbuhan dan satwa yang dimanfaatkan bagi kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, budaya, pariwisata dan rekreasi. Taman wisata alam dimanfaatkan untuk pariwisata dan rekreasi alam.

  1. Konservasi Arsitektur

          Konservasi arsitektur adalah penyelamatan suatu obyek/bangunan sebagai bentuk apreasiasi pada perjalanan sejarah suatu bangsa, pendidikan dan pembangunan wawasan intelektual bangsa antar generasi.

          Dalam Burra Charter konsep konservasi adalah semua kegiatan pelestarian sesuai dengan kesepakatan yang telah dirumuskan dalam piagam tersebut. Konservasi adalah konsep proses pengelolaan suatu tempat atau ruang atau obyek agar makna kultural yang terkandung didalamnya terpelihara dengan baik. Pengertian ini sebenarnya perlu diperluas lebih spesifik yaitu pemeliharaan morfologi (bentuk fisik) dan fungsinya. Kegiatan konservasi meliputi seluruh kegiatan pemeliharaan sesuai dengan kondisi dan situasi lokal maupun upaya pengembangan untuk pemanfaatan lebih lanjut. Bila dikaitkan dengan kawasan maka konservasi kawasan atau sub bagian kota mencakup suatu upaya pencegahan adanya aktivitas perubahan sosial atau pemanfaatan yang tidak sesuai dan bukan secara fisik saja.

2.1. Sasaran Konservasi

  • Mengembalikan wajah dari obyek pelestarian.
  • Memanfaatkan obyek pelestarian untuk menunjang kehidupan masa kini.
  • Mengarahkan perkembangan masa kini yang diselaraskan dengan perencanaan masa lalu, tercermin dalam obyek pelestarian.
  • Menampilkan sejarah pertumbuhan lingkungan kota, dalam wujud fisik tiga dimensi Lingkup Kegiatan.

2.2. Kategori Objek Konservasi

  • Lingkungan Alami (Natural Area)
  • Kota dan Desa (Town and Village)
  • Garis Cakrawala dan Koridor pandang (Skylines and View Corridor)
  • Kawasan (Districts)
  • Wajah Jalan (Street–scapes)
  • Bangunan (Buildings)
  • Benda dan Penggalan (Object and Fragments)

          Berdasarkan Perda No. 9 Tahun 1999 Tentang Pelestarian dan Pemanfaatan Lingkungan dan Cagar Budaya, bangunan cagar budaya dari segi arsitektur maupun sejarahnya dibagi dalam 3 (tiga) golongan, yaitu :

GOLONGAN A

  • Bangunan dilarang dibongkar dan atau diubah.
  • Apabila kondisi fisik bangunan buruk, roboh, terbakar atau tidak layak tegak dapat dilakukan pembongkaran untuk dibangun kembali sama seperti semula sesuai dengan aslinya.
  • Pemeliharaan dan perawatan bangunan harus menggunakan bahan yang sama / sejenis atau memiliki karakter yang sama, dengan mempertahankan detail ornamen bangunan yang telah ada.
  • Dalam upaya revitalisasi dimungkinkan adanya penyesuaian / perubahan fungsi sesuai rencana kota yang berlaku tanpa mengubah bentuk bangunan aslinya.
  • Di dalam persil atau lahan bangunan cagar budaya dimungkinkan adanya bangunan tambahan yang menjadi satu kesatuan yang utuh dengan bangunan utama.

GOLONGAN B

  • Bangunan dilarang dibongkar secara sengaja, dan apabila kondisi fisik bangunan buruk, roboh, terbakar atau tidak layak tegak dapat dilakukan pembongkaran untuk dibangun kembali sama seperti semula sesuai dengan aslinya.
  • Pemeliharan dan perawatan bangunan harus dilakukan tanpa mengubah pola tampak depan, atap, dan warna, serta dengan mempertahankan detail dan ornamen bangunan yang penting.
  • Dalam upaya rehabilitasi dan revitalisasi dimungkinkan adanya perubahan tata ruang dalam asalkan tidak mengubah struktur utama bangunan.
  • Di dalam persil atau lahan bangunan cagar budaya dimungkinkan adanya bangunan tambahan yang menjadi satu kesatuan yang utuh dengan bangunan utama.

GOLONGAN C

  • Perubahan bangunan dapat dilakukan dengan tetap mempertahankan pola tampak muka, arsitektur utama dan bentuk atap bangunan.
  • Detail ornamen dan bahan bangunan disesuaikan dengan arsitektur bangunan disekitarnya dalam keserasian lingkungan.
  • Penambahan Bangunan di dalam perpetakan atau persil hanya dapat dilakukan di belakang bangunan cagar budaya yang harus sesuai dengan arsitektur bangunan cagar budaya dalam keserasian lingkungan.
  • Fungsi bangunan dapat diubah sesuai dengan rencana kota.

Sumber :

https://id.wikipedia.org/wiki/Konservasi

http://ocw.gunadarma.ac.id/course/civil-and-planning-engineering/study-program-of-architectural-engineering-s1/konservasi-arsitektur/pengertian-konservasi

 

KRITIK ARSITEKTUR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS INDONESIA

Posted on

Kristal Pengetahuan (Crystal of Knowledge) merupakan perpustakaan pusat Universitas Indonesia (UI) yang diklaim sebagai perpustakaan terbesar di dunia.Perpustakaan ini menempati lahan 2,5 hektare dengan luas bangunan 33.000 meter persegi dan diresmikan tanggal 13 Mei 2011. Perpustakaan ini mulai dibangun semenjak Juni 2009. Perpustakaan ini memiliki 3-5 juta judul buku, dilengkapi ruang baca, 100 silent room bagi dosen dan mahasiswa, taman, restoran, bank, serta toko buku. Perpustakaan ini diperkirakan mampu menampung 10.000 pengunjung dalam waktu bersamaan atau 20.000 pengunjung per hari.  Sebagian kebutuhan energi perpustakaan ini dipasok dari pembangkit listrik tenaga surya. Pembangunan gedung beserta pengadaan fasilitas perpustakaan ini menelan dana Rp 175 Milyar, dengan rincian Rp 123 Mliyar berasal dari anggaran pemerintah dan sisanya kerjasama dengan pihak swasta. UI sendiri menganggarkan Rp 12 M untuk perawatan dan pengadaan buku baru.

UI.png
Perpustakaan UI

Dirancang dengan konsep sustainable building bahwa kebutuhan energi menggunakan sumber terbarukan, yakni energi matahari (solar energy). Selain itu, di dalam gedung pengunjung dan pegawai tidak boleh membawa tas plastik untuk wadah. Area bangunan ramah lingkungan itu bebas asap rokok, hemat listrik, air, dan kertas.

60 persen bangunan tersebut ditimbun lapisan tanah dan rumput, di antara punggung rerumputan itu terdapat jaringan-jaringan selokan yang di sampingnya terdapat kaca tebal bening selebar 50 sentimeter. Selokan itu untuk mengalirkan air hujan ke tanah resapan, sedangkan fungsi kaca sebagai sistem pencahayaan. Punggung rumput ini dapat mereduksi fungsi alat pendingin udara sampai 15 persen,

ghdfy2qq.jpg

Interior bangunannya didesain terbuka dan menyambung antara satu ruang dan ruang yang lain melalui sistem void. Dengan begitu, penggunaan sirkulasi udara alam menjadi maksimal. Penggunaan energi matahari dilakukan melalui solar cell yang dipasang di atap bangunan.

untuk memenuhi standar ramah lingkungan, bangunan juga dilengkapi dengan sistem pengolahan limbah. Karena itu, air buangan toilet dapat digunakan untuk menyiram di punggung bangunan. Tentunya, setelah diproses melalui pengolahan limbah atau sewage treatment plant (STP).

hm0iulcl68sbv4hl.jpg

Finishing eksterior bangunan tersebut mengunakan batu alam andesit, sedangkan interiornya memakai batu palimanan Palemo. Kedua bahan bangunan itu bersifat bebas pemeliharaan (maintenance free) dan tidak perlu dicat.vjgm9lyy.jpg

Ruang perpustakaan pusat UI terdiri atas delapan lantai. Lantai dasar berisi pusat kegiatan dan bisnis mahasiswa yang terdiri atas toko buku, toko cendera mata, ruang internet, serta ruang musik  dan TV. Ada juga restoran dan kafe, pusat kebugaran, ruang pertemuan, ruang pameran, dan bank.

Lantai 2 hingga 6 akan dilengkapi fasilitas seperti ruang tamu, ruang pelayanan umum dan koleksi, ruang baca, ruang teknologi informasi, serta unit pelayanan teknis. Sedangkan di lantai 7 terdapat ruang sidang dan ruang diskusi. Gedung perpustakaan juga dilengkapi plaza dan ruang pertemuan yang menjorok ke danau.

Untuk melengkapi desain ramah lingkungan, sejumlah pohon besar berusia 30 tahunan berdiameter lebih dari 100 sentimeter sengaja tidak ditebang saat pembangunan gedung itu. Keindahan menjadi lengkap karena gedung itu mengeksplorasi secara maksimal keindahan tepi danau yang asri, sejuk, dan, teduh.xkhbt1wd.jpgwjoviq22.jpg

sumber :

https://id.wikipedia.org/wiki/Crystal_of_Knowledge

https://beritaperpustakaan.wordpress.com/0201/08/26/ui-bangun-perpustakaan-raksasa-ramah-lingkungan-beratap-rumput-hidup-bisa-tampung-10-ribu-pengunjung/

http://belajarsitektur.blogspot.co.id/2012/03/perpustakaan-ui.html

KRITIK ARSITEKTUR – MASJID AGUNG DEMAK

Posted on Updated on

1.1.   Masjid Agung Demak

1.1.1. Lokasi Dan Demografi

       Masjid agung demak terletak di Jalan Bintoro, Kecamatan Demak, Kota Demak, Jawa Tengah. Tepatnya di alun – alun berjarak ± 26 km dari Kota Semarang, ± 25 km dari Kabupaten Kudus, dan ± 35 km dari Kabupaten Jepara.

masjid demak
Lokasi Masjid Demak

1.1.2. Sejarah Masjid Agung Demak

Pada pertengahan abad ke-15 penduduk di Jawa belum banyak yang menganut agama Islam dan kebanyakannya adalah pengikut-pengikut agama Budha, maka oleh mubalik Islam yaitu para Wali yang sembilan itu di pikirkan mengadakan tempat yang tetap untuk penyiaran dan penerangan agama. Pada waktu itu surau dan langgar belum terdapat di Jawa. Para Wali yang kesembilan itu memikirkan jalan keluar bagaimana cara menyiarkan agama Islam ke seluruh pulau Jawa. Sedangkan masyarakat Jawa pada saat itu kebanyakan menganut agama Hindu-Budha.

Pada suatu hari para Wali itu berkumpul membicarakan soal-soal di sekitar penyiaran Islam dan dalam permusyawaratan itu telah di putuskan akan mendirikan masjid di Gelagah Wangi Demak, termasuk wilayah Jawa Tengah. Setelah para Wali ke sembilan itu memikirkan, mereka berencana untuk membangun sebuah Masjid yang berfungsi untuk menyiarkan agama Islam di Gelagah Wangi dan Masjid tersebut dinamakan Masjid Demak.

Bangunan masjid itu didirikan oleh para Wali bersama-sama dalam waktu satu malam. Atap tengahnya di topang seperti lazimnya, oleh empat tiang kayu raksasa. Salah satu di antaranya tidak terbuat dari satu batang kayu utuh melaikan dari beberapa balok yang diikat menjadi satu. Tiang tersebut adalah sumbangan kanjeng Sunan Kalijaga. Rupanya tiang itu di susun dari potongan-potongan balok yang tersisa dari pekerjaan Wali-wali lainnya, pada malam pembuatan bangunan itu ia datang terlambat, oleh karenanya tidak dapat menghasilkan sebuah pekerjaan yang utuh.

Dalam mendirikan tiang-tiang Masjid Demak tersebut sudah jelas bahwa ada empat wali yang memiliki tagas-tugas tersendiri. Diantara empat tiang itu yang paling terkenal ialah tiang yang dibuat oleh Sunan Kalijaga yang berbentu dari kumbulan-kumpulan kayu-kayu kecil yang diikat menjadi satu sampai menjadi tiang yang besar dan panjang. Tiang milik Sunan Kalijaga terbuat dari kumpulan-kumpulan kayu kecil karena pada saat itu Sunan Kalijaga lupa akan tugasnya di saat itu pula Sunan Kalijaga lupa tidak menyediakan Batang kayu untuk membuat tiang Masjid, maka Sunan Kalijaga mengumpulkan kepingan-kepingan dan potongan-potongan kayu kecil dan diikat hingga menjadi tiang yang besar dan kuat.

Soko-soko guru tersebut panjangnya 32 m dan besar garis menengahnya 1,45 m. Sekarang soko tatal tersebut, yang tatal aslinya dapat dilihat dengan jelas dari atas masjid, sudah di palut dan diberi berbingkai kawat supaya sama bentuknya dengan tiang-tiang yang lain Sangat besar untuk sebuah tiang masjid yang terbuat dari kumpulan-kumpulan kayu-kayu kecil yang disatukan. Meskipun sekarang sudah direnovasi dan bentuknya tidak sama dengan aslinya, namun di bagian atas masjid masih terdapat tiang yang masih asli.

Masjid ini di dirikan di atas lantai batu merah, berwarna sedikit keputih-putihan, yang masing-masing tidak lebih besar dari 40 x 20 cm dan tebalnya 15 cm. Bangunan Masjid Demak merupakan bangunan yang ada di atas lantai batu merah, batu merah tersebut juga berfungsi sebagai pondasi dari bangunan masjid itu.

Para wali-wali turut mengambil bagian dalam pembangunan masjid ini. Sultan Demak ke I, Sunan Kalijaga, Sunan Bonang, Sunan Gunung Jati, Sunan Geseng, Sunan Temboja, Sunan Giri, Sunan Kudus dan Sunan Ampel. Sultan Demak ke I dan Sunan Kalijaga, ialah wali-wali yang mengambil minat dalam hal ini dan yang memimpin usaha yang mendirikan masjid itu. Dalam sejarah masjid Demak kabarnya dua wali ini lah yang lebih besar pengaruhnya dan keramatnya. Dengan secara perincian disebutkan dalam Babat Demak bagaimana wali-wali ini mengatur pembagian pekerjaannya, sehingga segala sesuatu dapat berjalan dengan baik dan segala kesukaran dapat disingkirkan dalam masa-masa permulaan Islam di tanah Jawa itu.

SUNAN_KALIJAGA_1
Sunan Kalijaga

Sultan Demak ke I dan Sunan Kalijaga memiliki peranan yang sangat penting sesuai bagaimana yang dijelaskan di atas. Dan dapat disebut juga kedua wali tersebut adalah pimpinan dalam pembangunan masjid Demak pada saat itu. Mereka mempunyai pemikiran yang sempurna bagaimana cara pembagian pekerjaan sehingga lancar seperti itu.

Soko serambi, yaitu tiang-tiang yang terdapat pada pendopo masjid, sebanyak delapan buah, menurut cerita berasal dari istana raja Majapahit, Prabu Brawijaya ke-V, ayah Raden Patah, Sultan Demak ke-I, yang diangkut sesudah peperangan Majapahit – Demak Bintoro, dan dijadikan bahan-bahan pendirian Masjid Demak. Dengan adanya soko serambi atau tiang-tiang bagian luar, menambah nilai keindahan pada bangunan Masjid Demak.

1.1.3. Arsitektur Masjid Demak

      Masjid Demak adalah suatu karya arsitektur islam yang terlahir dari interaksi antara prinsip – prinsip dasar islam dengan pemikiran masyarakat ketika itu. Produk Arsitektur Islam tradisional di Indonesia khususnya Masjid secara nyata telah mampu mengintegrasikan ajaran Agama Islam dengan budaya setempat ( local genius). Lokal Genius dapat diartikan sebagai segala unsure yang dimiliki oleh lokalitas ataupun budaya setempat sedemikian rupa sehingga mempunyai kekuatan tertentu, penyebutan unsur-unsur setempat dengan istilah genius menunjukkan bahwa unsur-unsur tersebut mempunyai kekuatan atau ketahanan tertentu yang hanya dimiliki olehnya.

1.2.   Apresiasi Budaya Berarsitektur

1.2.1. Bentuk Penerapan Dalam Bangunan

Masjid Agung Demak luas keseluruhannya berukuran 24 x 24 meter persegi, serambi berukuran 31 X 15 meter dengan panjang keliling 35 X 2,35 meter, tatak rambat ukuran 25 X 3 meter dan ruang bedug berukuran 3,5 X 2,5 meter. Keseluruhan bangunan ditopang 128 soko, empat di antaranya soko guru yang menjadi penyangga utama bangunan masjid. Jumlah tiang penyangga masjid 50 buah, sebanyak 28 penyangga serambi dan 34 tiang penyangga tatak rambat, sedang tiang keliling sebanyak 16 buah. Bentuk bangunan itu lebih banyak memanfaatkan bahan dari kayu yang banyak ditemukan di sekitarnya.

Hampir seluruh bangunan mulai dari atap (genting), kerangka konstruksi, balok loteng, geladag, soko guru, dan lain–lain terbuat dari kayu jati ukuran besar. Seperti pada arsitektur Jawa pada umumnya termasuk masjid-masjid di Jawa atapnya bersusun tiga. Bagian ke tiga atau puncak berbentuk piramidal tersebut disangga oleh empat tiang utama yang terbuat dari kayu jati atau soko guru yang sangat besar.

denah.jpg

1.2.2. Kritik Arsitektur

Bangunan kompleks Masjid Agung Demak memiliki beberapa ciri khas diantaranya :

  • Perwujudan akulturasi budaya
  • Teknik rancang bangun tanpa paku
  • Pembuatan soko guru.

Fasilitas : Parkir, Taman, Gudang, Tempat Penitipan Sepatu/Sandal, Kamar Mandi/WC,     Tempat Wudhu, Sarana Ibadah , Museum Masjid Agung Demak

Daya Tampung Jamaah : 1000 orang

Luas keseluruhan bangunan utama Masjid Agung Demak adalah 31 x 31 m2. Di samping bangunan utama, juga terdapat serambi masjid yang berukuran 31 x 15 m dengan panjang keliling 35 x 2,35 m; bedug dengan ukuran 3,5 x 2,5 m; dan tatak rambat dengan ukuran 25 x 3 m.

Serambi masjid berbentuk bangunan yang terbuka. Bangunan masjid ditopang dengan 128 soko, yang empat di antaranya merupakan soko guru sebagai penyangga utamanya. Tiang penyangga bangunan masjid berjumlah 50 buah, tiang penyangga serambi berjumlah 28 buah, dan tiang kelilingnya berjumlah 16 buah.

Masjid ini memiliki keistimewaan berupa arsitektur khas ala Nusantara. Masjid ini menggunakan atap limas bersusun tiga yang berbentuk segitiga sama kaki. Atap limas ini berbeda dengan umumnya atap masjid di Timur Tengah yang lebih terbiasa dengan bentuk kubah. Ternyata model atap limas bersusun tiga ini mempunyai makna, yaitu bahwa seorang beriman perlu menapaki tiga tingkatan penting dalam keberagamaannya: iman, Islam, dan ihsan. Di samping itu, masjid ini memiliki lima buah pintu yang menghubungkan satu bagian dengan bagian lain, yang memiliki makna rukun Islam, yaitu syahadat, shalat, puasa, zakat, dan haji. Masjid ini memiliki enam buah jendela, yang juga memiliki makna rukun iman, yaitu percaya kepada Allah SWT, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, kitab-kitab-Nya, hari kiamat, dan qadha-qadar-Nya.

detik_masjiddemak2
Masjid Agung Demak

2.1.   Kesimpulan

         Pada penulisan ini berikut kesimpulan yang kami ambil :

  • Masjid agung demak merupakan masjid tertua di indonesia.
  • Masjid agung demak dibangun oleh sunan kalijaga.
  • Pada atap bertumpuk tiga melambangkan mukmin, muslim, dan mukhsin.
  • Walaupun bangunan masjid tetapi tidak menggunakan kubah melain kan menggunakan atap bertumpuk yang mencirikan arsitektur jawa.
  • Pada tiang penyangga masjid (sokoguru) terdapat 4 tiang utama yang konon dibuat langsung oleh 4 sunan.
  • Pada sejarahnya masjid agung demak masih terdapat legenda – legenda yang masih dipercaya oleh masyarakat hingga saat ini.

 

2.2.   Saran

Dari kesimpulan diatas mungin kami memberikan sedikit saran yang mungkin akan berguna suatu hari :

  • Untuk menjaga kelestarian masjid setidaknya diadakan perbaikan di beberapa sisi masjid yang mulai rapuh
  • Karena merupakan masjid tertua di indonesia disekitar masjid dibangun museum masjid agung demak.

Sumber :

https://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Agung_Demak

http://yo-tee.blogspot.co.id/2011/10/v-behaviorurldefaultvmlo.html

http://amerthaganesha.blogspot.co.id/2012/10/sejarah-pembangunan-masjid-demak-di.html

http://arsitekturlokalunsiq.blogspot.co.id/2012/04/kajian-arsitektur-islam-masjid-agung.html

http://wftr-120294.blogspot.co.id/2015/02/kritik-normatif.html

 

 

ISTANA NEGARA KUALA LUMPUR

Posted on

indexcapture8187354468_c5fd2e33f9_b4-palace-IstNegara-06

Istana Negara adalah Istana Nasional Malaysia. Dibangun pada tahun 1928, terletak di sepanjang Jalan Istana dan benteng 13-acre merupakankediaman resmi Yang di-Pertuan Agong (Raja) Malaysia. Pada bulan Juni 2011, dibangun istana yang baru, menelan biaya 800 juta ringgit yang terletak di dekat Jalan Duta, Kuala Lumpur.

Istana Negara yang lama terletak di lereng Bukit Petaling menghadap ke Sungai Klang, di sepanjang Jalan Syed Putra. Pekarangan yang tidak terbuka untuk umum, sehingga Utama Palace Entrance biasanya tempat di mana wisatawan mengambil gambar. Juga disebut The Big House, itu awalnya sebuah rumah dua lantai milik jutawan Cina lokal Chan Wing.

SEJARAH                                                  

Dari tahun 1942 sampai 1945 istana negara digunakan sebagai tempat tinggal gubernur jepang selama kependudukan jepang. Pada tahun 1945 setelah jepang menyerah kepada sekutubadan administrasi militer inggris (BMA) menjadikannya tempat tinggal para perwira seniornya dan setelah pembentukan federasi malaya pada tahun 1950 istana ini disewakan kepada pemerintah selangor sampai malaysia merdeka pada tahun 1957.

Setelah direnovasi oleh kesultanan selangor kemudian dijual kepada pemerintah federal malaysia dan dijadikan sebagai tempat tinggal dipertuan agung malaysia. sejak itu, Istana Negara telah mengalami banyak renovasi dan beberapa ekstensi, dengan karya-karya upgrade paling luas dilakukan pada tahun 1980. Ini adalah saat Upacara Instalasi pertama untuk Yang Mulia Paduka Seri Baginda DYMM Yang di-Pertuan Agong diadakan di Istana Negara di 1957. Sebelum ini, Upacara Instalasi sebelumnya diadakan di Tunku Abdul Rahman Balai di Jalan Ampang.

LUAS WILAYAH

Istana Negara berdiri di atas lahan seluas 28 hektar, di dalamnya terdapat taman, kolam renang, lapangangolf, danau, lapangan bulutangkis indoor dan lapangan tenis. Untuk tujuan keamanan, ada sebuah rumah jaga untuk anggota dari Royal Melayu Resimen dan di pintu masuk utama, mirip dengan Istana Buckingham, dua pos jaga di setiap sisi lengkungan dengan anggota kavaleri penuh pakaian seragam.

Istana Negara berbatasan dengan dinding dengan mantel Malaysia senjata, menampilkan Royal Insignia Mulia, ditempatkan pada baja tulangan antara setiap pilar berpagar. Cemara dan cemara berlapis jalan mengarah ke dua pintu masuk – sayap timur dan West Wing.

INTERIOR

Istana Negara dibagi menjadi dua bagian: sayap timur dan West Wing. The East Wing adalah rumah bagi Balairong Seri – ruang tahta Yang di-Pertuan Agong, yang hanya digunakan untuk tugas resmi dan seremonial. Ini adalah ruang yang paling sering terlihat dalam istana; kadang-kadang berfungsi sebagai ruang perjamuan.

Lantai dua memiliki beberapa kamar tematik, di mana Raja menerima tamu kehormatan, duta besar, ruang yang diperuntukan untuk pertemuan Raja dengan Perdana Menteri dan ruang permaisuri, di mana ratu menjamu tamunya. The West Wing istana digunakan untuk pertemuan raja-raja di mana konferensi penguasa biasanya diadakan.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.kuala-lumpur.ws/attractions/istana-negara.htm#

Arsitektur & Lingkungan

Posted on

Kesimpulan

Dalam menentukan arah dan kebijakan pembangunan berkelanjutan dengan mempertimbangkan kelestarian sumber alam, maka kondisi riil sumber daya alam perlu mendapat perhatian serius. Kondisi sumber daya alam saat ini dan kecenderungannya ke depan harus dijadikan dasar dalam menentukan pembangunan yang akan dikembangkan. Pembangunan yang berwawasan lingkungan terasa belum sepenuhnya dapat diterjemahkan oleh seluruh aparat pelaksana pembangunan, sehingga dalam pelaksanaannya tidak sesuai dengan kondisi lingkungan yang ada, sedangkan di pihak lainmasyarakat belum mengerti tentang arti penting kelestarian lingkungan. Kualitas lingkungan semakin menurun contohnya dengan banyaknya pantai dan sungai yang kondisinya kritis akibat abrasi dan erosi. Pemanfaatan sumber daya alam yang berlebihan dan tidak brencana yang mengakibatkan keseimbangan lingkungan menjadi rusak.
Dinamika perkembangan kehidupan manusia menunjukkan bahwa semakin modern tingkat kehidupan manusia, semakin besar sumber daya alam yang dikonsumsi dan semakin besar pula tingkat kerusakan dan pencemaran sumber daya alam yang ditimbulkan. Perkembangan kehidupan tersebut pada akhirnya menyebabkan semakin kristis/parahnya kondisi sumber daya alam. Halini juga secara langsung menunjukkan bahwa faktor prilaku manusia yang ada disekitar sumber daya alam yang ada tersebut menjadi sangat menentukan kondisi sumber daya alam ang ada tersebut menjadi sangat menentukan kondisi kondisi sumber daya alam yang ada di sekitar mereka.
Pada hakekatnya ruang-ruang pada arsitektur rumah tinggal baik pada masyarakat Barat maupun Timur pada awalnya mempunyai pola yang sama yaitu mempunyai konsep mitologi dan kosmologi pada penataan ruangnya. Dalam perjalanan sejarah kemudian masyarakat Barat mulai meninggalkan tahapan Mistis dan mulai memasuki tahapan Ontologis. Ini kalau kita mengacu kepada pembagian tahapan kebudayaan masyarakat menurut Van Peursen. Sedangkan masyarakat Timur cenderung masih mempertahankan kebudayaan mistisnya walaupun saat ini juga terlihat adanya perubahan akibat proses akulturasi.

  • ¬ Pemahaman tentang makna ruang yang terjadi sebenarnya tidak dapat dibedakan secara “hitam putih” dengan klasifikasi dikotomis Timur-Barat; Rasionalis- Romantis sebab dalam realitanya pada masyarakat Barat (Inggris, Jerman, Perancis dan Amerika) maupun pada masyarakat Timur (Jepang, Cina, Arab, Bali dan Jawa) sendiri di masing- masing kebudayaan juga memiliki perbedaan wujud dan makna ruang yang dijadikan wadah aktivitasnya. Seperti misalnya sama-sama antroposentris, tetapi di Barat ada generalisasi ukuran sedangkan di Timur mengacu kepada masing-masing tubuh pemilik rumah.
  • ¬Ruang dalam arsitektur merupakan suatu hal yang cukup misterius dimana keberadaannya cukup mengundang para arsitek untuk merenungi secara mendalam sebelum menata, merangkai menjadi suatu arsitektur dan menyesuaikannya dengan kebudayaan yang dipangku oleh pemakainya.
  • ¬ Paradigma berpikir tertentu ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk memahami atau menilai karya arsitektur yang bersumber pada paradigma yang berbeda. Karena kalau dipaksakan akan menghasilkan suatu “Ecolo- gical Fallacy” (kesalahan berpikir yang timbul karena menyimpulkan dari satuan unit analisis yang berbeda).

Arsitektur Hijau / Hemat Energi

Posted on

  • Pengertian arsitektur hijau
Arsitektur hijau, adalah adalah sebuah pendekatan untuk membangun dengan meminimalkan efek yang berbahaya pada kesehatan manusia dan lingkungan. Arsitek atau desainer “hijau” berupaya untuk menjaga udara, air, dan bumi dengan memilih bahan bangunan dan praktek pembangunan yang ramah lingkungan.
Properti yang ramah lingkungan kini tidak sekadar kebutuhan manusia. Lebih dari itu, properti yang ”hijau” dan hemat energi telah menjadi tren global yang mempercepat pergerakan roda industri properti, sekaligus simbol kemajuan teknologi
Efisiensi, kemudahan, mobilitas tinggi, serba instan atau apapun namanya merupakan bagian dari kehidupan urban. Sebuah gaya hidup yang paling diminati oleh sebagian besar orang sebagai manusia modern. Pola hidup urban dianggap dapat mendatangkan keuntungan lebih besar dari segi material, maka dari itu orang berbondong-bondong memadati perkotaan.
  • Prinsip dasar arsitektur hijau
1. Hemat energi / Conserving energy : Pengoperasian bangunan harus meminimalkan penggunaan bahan bakar atau energi listrik ( sebisa mungkin memaksimalkan energi alam sekitar lokasi bangunan ).
2. Memperhatikan kondisi iklim / Working with climate : Mendisain bagunan harus berdasarkan iklim yang berlaku di lokasi tapak kita, dan sumber energi yang ada.
3. Minimizing new resources : mendisain dengan mengoptimalkan kebutuhan sumberdaya alam yang baru, agar sumberdaya tersebut tidak habis dan dapat digunakan di masa mendatang /
Penggunaan material bangunan yang tidak berbahaya bagi ekosistem dan sumber daya alam.
4. Tidak berdampak negative bagi kesehatan dan kenyamanan penghuni bangunan tersebut / Respect for site : Bangunan yang akan dibangun, nantinya jangan sampai merusak kondisi tapak aslinya, sehingga jika nanti bangunan itu sudah tidak terpakai, tapak aslinya masih ada dan tidak berubah.( tidak merusak lingkungan yang ada ).
5. Merespon keadaan tapak dari bangunan / Respect for user : Dalam merancang bangunan harus memperhatikan semua pengguna bangunan dan memenuhi semua kebutuhannya.

6. Menetapkan seluruh prinsip – prinsip green architecture secara keseluruhan: Ketentuan diatas tidak baku, artinya dapat kita pergunakan sesuai kebutuhan bangunan kita.

  • Contoh bangunan yang menerapkan arsitektu hijau

Perpustakaan Universitas Indonesia

 

perancangan bangunan perpustakaan UI

analisa site perpustakaan

Lokasi                      : Kota Depok

Luas bangunan       : 30.000m2 atau 3 hektar

Jumlah lantai          : 8 lantai

Proyek ini merupakan pengembangan dari perpustakaan pusat yang dibangun pada tahun 1986-1987, didanai oleh pemerintah dan industri dengan anggaran sekitar Rp100 miliar, yang dibangun diarea seluas 3 hektar dengan 8 lantai, yang dirancang berdiri di atas lanskap bukit buatan dan terletak di depan Danau Kenanga yang ditumbuhi pepohonan besar berusia 30 tahun akan menambah keindahan bagi perpustakaan tersebut sehingga akan tercipta suasana yang lebih nyaman.

Bangunan perpustakaan yang akan menjadi iconic atau landmark ini, mempunyai konsep sustanable building yang ramah lingkungan (eco friendly), bahwa kebutuhan energi menggunakan sumber energi terbarukan, yakni energi matahari (solar energy), maka nantinya di dalam gedung tidak diperbolehkan menggunakan plastik dalam bentuk apa pun. Nanti semua kebutuhan plastik akan diganti dengan kertas atau bahan lain. Bangunan ini juga didesain bebas asap rokok, hemat listrik, air dan kertas.

Perpustakaan ini mampu menampung sekitar 10.000 orang pengunjung dalam waktu bersamaan atau sekitar 20.000 orang per hari. Koleksi buku di dalamnya akan menampung 3-5 juta judul buku. Sistem IT mutakhir juga akan melengkapi perpustakaan tersebut sehingga memungkinkan pengunjung leluasa menikmati sumber informasi elektronik seperti e-book, e-journal dan lain-lain.

Konstruksi

  • Model bangunan menghadirkan bangunan masa depan dengan mengambil sisi danau sebagai orientasi perancangan. Penggunaan bukit buatan sebagai potensi pemanfaatan atap untuk fungsi penghijauan. Sedangkan pencahayaan alam dilakukan melalui beberapa skylight.
  • Di balik gundukan rerumputan hijau terdapat 5 bangunan tinggi yang menjulang hingga beberapa ratus meter berisikan ruangan-ruangan kosong yang disiapkan sebagai ruang utama perpustakaan UI.
  • Di punggung bukit bangunan di timbun tanah dan ditanami rerumputan yang berguna sebagai pendingin suhu ruangan yang ada didalamnya, hingga dapat mereduksi fungsi alat pendingin udara sampai 15 persen.
  • Di antara punggung rerumputan itu terdapat jaringan-jaringan selokan yang di sampingnya terdapat kaca tebal bening selebar 50 sentimeter. Selokan itu untuk mengalirkan air hujan ke tanah resapan, sedangkan fungsi kaca sebagai sistem pencahayaan.
  • Interior bangunannya didesain terbuka dan menyambung antara satu ruang dan ruang yang lain melalui sistem void. Dengan begitu, penggunaan sirkulasi udara alam menjadi maksimal.
  • Penggunaan energi matahari dilakukan melalui solar cell yang dipasang di atap bangunan.
  • Guna memenuhi standar ramah lingkungan, bangunan juga dilengkapi sistem pengolahan limbah. Karena itu, air buangan toilet dapat digunakan untuk menyiram di punggung bangunan. Dengan diproses terlebih dahulu melalui pengolahan limbah atau sewage treatment plant (STP).
  • Terdiri delapan lantai,
    • Lantai dasar berisi pusat kegiatan dan bisnis mahasiswa yang terdiri toko buku, toko cenderamata, ruang internet, serta ruang musik dan TV. Ada juga restoran dan kafe, pusat kebugaran, ruang pertemuan, ruang pameran, dan bank.
    • Lantai 2 hingga 6 akan dilengkapi fasilitas seperti ruang tamu, ruang pelayanan umum dan koleksi, ruang baca, ruang teknologi informasi, serta unit pelayanan teknis.
    • Sedangkan di lantai 7 terdapat ruang sidang dan ruang diskusi. Gedung perpustakaan juga dilengkapi plaza dan ruang pertemuan yang menjorok ke danau.
  • Gedung akan menggunakan panel surya sebagai sumber energinya.
  • Keunikan yang lain, nanti akan terdapat berbagai huruf aksara dari seluruh dunia yang akan ditulis di kaca gedung sebagai dinding.

Finishing Bahan Bangunan

  • Interior menggunakan batu paliman palemo.
  • Eksterior bangunan tersebut menggunakan batu alam andesit.

Bahan bangunan dari batuan ini (batu alam andesit untuk eksterior dan batu paliman palemo untuk interior) bersifat bebas pemeliharaan (maintenance free) dan tidak perlu dicat. Batuan ini diperoleh dari Sukabumi.

Untuk melengkapi desain ramah lingkungan, sejumlah pohon besar berusia 30 tahunan berdiameter lebih dari 100 sentimeter sengaja tidak ditebang saat pembangunan gedung itu. Keindahan menjadi lengkap karena gedung itu mengeksplorasi secara maksimal keindahan tepi danau yang asri, sejuk, dan, teduh.

  • Keuntungan dari membangun perpustakaan Universitas Indonesia
  1. Diarea seluas 3 hektar dengan 8 lantai, mampu menampung sekitar 10.000 orang pengunjung dalam waktu bersamaan atau sekitar 20.000 orang per hari. Dengan koleksi buku di dalamnya sebanyak 3-5 juta judul buku. Dan dilengkapi pula dengan sistem IT mutakhir sehingga memungkinkan pengunjung leluasa menikmati sumber informasi elektronik seperti e-book, e-journal dan lain-lain.
  2. penggunaan sirkulasi udara alam maksimal, karena interior bangunannya didesain terbuka dan menyambung antara satu ruang dan ruang yang lain melalui sistem void.
  3. Guna memenuhi standar ramah lingkungan, limbah air buangan toilet dapat digunakan untuk menyiram di punggung bangunan, dengan diproses terlebih dahulu melalui pengolahan.
  4. Bahan matrial bangunan untuk eksterior dan interior dari batuan (batu alam andesit untuk eksterior dan batu paliman palemo untuk interior) bersifat bebas pemeliharaan (maintenance free) dan tidak perlu dicat. Sehingga dapat meminimalisir pengeluaran pembiayaan.
  5. Adanya pendingin suhu ruangan yang alami, yang timbul dari, punggung bukit bangunan di timbun tanah dan ditanami rerumputan.
  6. Terdapat system penerangan alami dari cahaya matari yang di dapat dari tembusan cahaya yg datang menembus kaca yang terletak di antara punggung rerumputan.

sumber ; http://blogarsitektur.blogspot.com/2010/10/solusi-bangunan-ramah-lingkungan.html